Menjahit Asa, Merajut Ilmu:KKN Internasional Berakhir, Kisah tetap Abadi

Mahasiswa Unamin Lolos KKN Internasional di Malaysia, Mengabdi untuk Pendidikan Anak-Anak Imigran Indonesia Undocumented


Kuala Lumpur, 25 Januari 2025 – Dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin), Abdul Fatah Umbalak dari jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Armitha dari jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, berhasil lolos dalam Kompetisi KKN Internasional hasil kerja sama antara Indonesia dan Malaysia. Mereka akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional selama 28 hari di Kuala Lumpur sejak 24 Januari hingga 21 Februari 2025, mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik bagi anak-anak undocumented yang belajar di Sanggar Bimbingan di bawah naungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia.


Mendidik Anak-Anak yang Tidak Diakui Negara
Anak-anak yang belajar di Sanggar Bimbingan ini adalah mereka yang tidak memiliki kewarganegaraan baik dari Indonesia maupun Malaysia. Kondisi ini terjadi karena orang tua mereka merupakan imigran ilegal yang masuk ke Malaysia tanpa dokumen resmi, sehingga ketika melahirkan di Malaysia, anak-anak mereka tidak mendapat pengakuan kewarganegaraan dari kedua negara.
Dampaknya, anak-anak undocumented ini tidak bisa bersekolah di sekolah negeri maupun swasta di Malaysia. Sebagai solusi, masyarakat Indonesia yang peduli terhadap pendidikan mendirikan Sanggar Bimbingan, yaitu sekolah tidak resmi yang dikelola oleh warga negara Indonesia yang telah lama tinggal di Malaysia.
Meskipun statusnya tidak resmi, Sanggar Bimbingan ini telah diakui oleh pemerintah Malaysia karena berada di bawah koordinasi KBRI. Kurikulum yang digunakan mengacu pada kurikulum Indonesia, dan anak-anak yang menyelesaikan pendidikan di Sanggar ini akan mendapatkan ijazah SD resmi dari Indonesia melalui Kedutaan Besar Indonesia di Kuala Lumpur.
Kondisi Sanggar Bimbingan di Malaysia
Kondisi setiap Sanggar Bimbingan di Malaysia beragam, tergantung dari sumber daya yang tersedia. Ada yang sudah memiliki gedung sewaan, ada yang menggunakan rumah pengelola, bahkan ada yang berlokasi di emperan toko. Anak-anak di sanggar ini tidak menggunakan seragam sekolah, berbeda dengan sekolah formal di Indonesia.


Menurut Duta Besar RI untuk Malaysia, saat ini terdapat 2.700 anak yang belajar di Sanggar Bimbingan di Malaysia. Namun, jumlah ini masih jauh dari cukup, karena masih banyak anak yang tinggal di perkebunan kelapa sawit yang sulit mengakses pendidikan. Banyak dari mereka bahkan sudah menginjak usia remaja tanpa pernah mengenyam pendidikan.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Sanggar, anak-anak ini memiliki kesempatan untuk melanjutkan ke sekolah di Indonesia, terutama sekolah berkonsep boarding school karena orang tua mereka tetap berada di Malaysia untuk bekerja. KBRI telah bekerja sama dengan beberapa sekolah dan universitas di Indonesia untuk menerima lulusan dari Sanggar Bimbingan ini.
Mahasiswa KKN Mengajar di Seluruh Malaysia


KKN Internasional di Malaysia telah memasuki angkatan ke-12 pada Januari 2025. Mahasiswa yang terlibat menyebar ke seluruh pelosok Malaysia, mengajar di Sanggar Bimbingan selama 28 hari, sebelum nantinya digantikan oleh peserta KKN berikutnya.
Untuk mahasiswa Unamin, mereka ditempatkan di Kuala Lumpur, dengan rincian sebagai berikut:
Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kepong yang beranggotakan:
• Fathul Huda (Universitas Muhammadiyah Pringsewu)
• Nur Sanif Yusuf Habib Rizki (Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Lamongan)
• Abdul Fataha Umbalak (Universitas Muhammadiyah Sorong)
• Asep Siswanto (Universitas Muhammadiyah Kudus)
Sanggar Bimbingan Aisyiyah Kampung Pandan
• Armitha (Universitas Muhammadiyah Sorong)
• Riska Dewi Rahmawati (Universitas Muhammadiyah Surakarta)
• Dewi Fatimah Triwahyuningsih (Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Lamongan
Selain kegiatan belajar-mengajar di kelas, ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN:
• mengikuti kegiatan kemahasiswaan di KBRI
• penguatan literasi numerasi
• kreatifitas manajemen keuangan
• pentas seni budaya
• lomba mewarnai
• cerdas cermat
• mengikuti kegiatan kemuhammadiyahan
• pelatihan pembuatan dan penggunaan media pembelajaran sederhana bersama dosen pembimbing
• penyerahan buku kepada pengelola sanggar, karya mahasiswa PGSD UNAMIN Sorong
Mahasiswa yang ditempatkan di SB Kepong dan SB Kampung Pandan dibimbing langsung oleh Andi Maryam, M.Pd., seorang dosen dari Universitas Muhammadiyah Sorong.
Dedikasi Mahasiswa KKN untuk Masa Depan Anak-anak Undocumented
Program KKN Internasional ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Indonesia berperan aktif dalam membantu anak-anak yang kurang beruntung mendapatkan pendidikan. Dengan ilmu dan pengalaman yang mereka miliki, para mahasiswa diharapkan dapat memberikan harapan dan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak undocumented di Malaysia.
Kegiatan ini tidak hanya mengasah kemampuan mengajar para mahasiswa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Semoga program ini terus berlanjut dan semakin banyak anak-anak yang mendapatkan akses pendidikan yang layak.

Penulis : Andi Maryam Dosen FKIP UNAMIN

Berita Terbaru

Pengumuman

id_IDID